Site Overlay

Politeknik ATI Padang Selenggarakan Acara Temu Industri

Jakarta- Politeknik ATI Padang mengadakan kegiatan temu industri untuk mendukung program Dual System di Hotel Luminor Jakarta pada Hari Kamis Tanggal 6 Maret 2020. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh Kepala BPSDMI, Ditjen Pajak, Ketua dewan pakar ALI, 30 Mitra Industri dan Direktur Politeknik ATI Padang.

Dr. Ester Edwar, M.Pd sebagai Direktur Politeknik menyampaikan bahwa Politeknik ATI Padang siap menjadi role model dan akan menjawab tantangan program pembelajaran pilot projek tersebut (50 % di kampus dan 50 % di industri).

 

 

 

 

 

Acara ini dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Bapak Eko S.A Cahyanto.”Dalam menghadapi revolusi 4.0 kita semua harus bekerja sama untuk meningkatkan sumber daya manusia industri dan bisa menerapkan program pembelajaran Dual System ini”Jelasnya.

 

Pada acara ini Politeknik ATI Padang juga menjalin kerja sama dan penandatanganan MoU dengan pemegang lisensi European Logistic Assosiation.Bapak Mahendra Rianto selaku ketua harian Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyampaikan bahwa ALI yang berdiri Tahun 1984 ini merupakan wadah kerja sama logistik seluruh Indonesia, dan beliau berharap Manajemen Logistik Industri Agro dapat menjadi Prodi yang semakin maju .

Sebanyak 30 industri mengikuti sosialisasi Tax deduction dengan pemateri Bapak M. Afdhal dari Ditjen Pajak. 30 industri tersebut diantaranya

  1. PT Siantar Top                                   16. Perum BULOG
  2. PT Amanah Insanillahia                    17. PT. Batanghari Barisan
  3. PT Energi Agro Nusantara                18.PT Wilmar
  4. PT Great Giant                                   19.PT Smart Tbk
  5. PT Vortex Interplasindo                   20. PT Philips Seafoods Indonesia
  6. PT Adilmart                                        21.PT Synergy Oil
  7. PT LEN Logistik                                  22. PT Kuala Enok
  8. PT Gatotkaca Trans Systemindo      23. PT South Pacific
  9. PT Soci Mas                                        24.PT Gunung Naga Mas
  10. Medialab Indonesia                           25. PT Paxel
  11. PT Arnotts                                          26.PT Berfindo Lampung
  12. PT Madukismo                                   27.PT Citra Borneo Utama
  13. PT Energi Sejahtera Mas                   28.PT Indofood
  14. Unilab Perdana                                  29. PT Indolakto
  15. Pupuk Sriwidjaya                               30. PT Sunctory Garuda Beverage

   

Pada kesempatan ini beliau menjelaskan tentang Fasilitas Pengurang Penghasilan Bruto untuk Kegiatan Vokasi Berbasis Kompetensi Tertentu diantaranya penjelasan mengenai subjek pajak , fasilitas pajak, bentuk dan biaya kegiatan vokasi, ketentuan tambahan biaya praktik kerja / permagangan serta contoh pembebanan dan pelaporan pajak

Translate »