Home > Berita

Pengembangan Produk Berbasis Gula Aren dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
 



Salah satu unsur tridharma perguruan tinggi, dosen selain melaksanakan pendidikan dan pengajaran, juga wajib melaksanakan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), sehingga pengetahuan praktis yang dimiliki dosen dapat diaplikasikan ditengah masyarakat.


Hal ini diupayakan sebagai salah satu kontribusi keilmuan dalam rangka meningkatkan derajat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


Salah satu bentuk dari kegiatan PKM dosen itu, yakni kelompok dosen Politeknik ATI Padang, mengadakan pelatihan pengolahan produk, pengemasan, pelabelan produk hingga penggunaan digital marketing sebagai media pemasaran produk berbasis gula aren, bagi masyarakat Desa Lumindai Kota Sawahlunto, Selasa, (7/9/2021). 


Dipilihnya Desa Lumindai Kota Sawahlunto sebagai lokasi tempat kegiatan PKM yang tepat, setelah Tim PKM Politeknik ATI Padang melakukan survey di desa itu yang diketuai oleh Dr. Lisa Nesti, M.Si beserta 5 orang dosen lainya.


Desa Lumindai juga sebagai penghasil gula aren dengan produksi rata-rata 500 Kg /bulan dan memiliki potensi pengembangan produk olahan berbasis gula aren, sebut Ketua Tim PKM Politeknik ATI Padang Dr. Lisa Nesti, M.Si.


Selain itu, gula aren saat ini telah menjadi alternatif pengganti gula pasir yang memiliki kandungan kalori yang rendah, disamping  sebagai anti oksidan dan nutrisi yang tinggi.

Menurut Dr. Lisa Nesti, M.Si, berdasarkan survey Tim PKM Politeknik ATI Padang, ternayata gula aren di desa Lumindai ini, belum dapat dikembangkan dengan baik karena menghadapi beberapa kendala, antara lain terkait masalah pemasaran, sedagkan petani gula aren belum memahami sepenuhnya tentang produk gula aren yang ternyata bernilai jual tinggi itu.


Kemudian sistem untuk pengolahan gula aren itu, masih tergolong tradisional sehingga belum mampu memenuhi permintaan pasar yang relatif tinggi imbuhnya.


Terkait dengan hal itu, ujar Lisa Nesti, kami dari Tim PKM Politeknik ATI Padang terpanggil untuk memberikan pengetahuan praktis tentang sistem pengolahan produk berbasis gula aren termasuk cara pengemasan, pelabelan hingga membantu dalam pemasaran yang ekonomis dan efektif.


"Harapan para petani dan pelaku usaha gula aren ini, dapat meningkatkan produksi gula arennya, agar bisa diversivikasi produk sehingga dapat memberikan nilai tambah dan pemasaran yang lebih ekonomis melalui digital marketing yang ada saat ini serta dapat pula meningkatkan perekonomian keluarganya," harap Lisa.


Kegiatan pelatihan ini, dibuka oleh Sekretaris Kepala Desa Lumindai Syair Nanda dengan harapan, agar kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pengalaman yang berguna dalam upaya pengolahan produk gula aren di desa ini.


Pelatihan tersebut, dikuti 15 orang peserta  terdiri para petani dan pelaku usaha gula aren di Desa Lumindai Kota Sawahlunto.